Riau

22 Kepala OPD Pemprov Riau Ikuti Assessment Tahap Awal, Tiga Lagi di Tahap Kedua

Sebanyak 22 orang kepala OPD di lingkup Pemprov Riau tengah menjalani assessment tes manajerial dan sosial kultural di Kantor UPT Penilaian Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Senin (16/12/2019). 

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Dari 25 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, sebanyak 22 orang telah menjalani assessment tes manajerial dan sosial kultural di Kantor UPT penilaian Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Senin (16/12/2019). 

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Yan Prana Jaya, yang juga masuk sebagai tim panitia seleksi, mengatakan, dari 25 kepala OPD yang ikut tes, 3 pejabat tidak mengikuti dikarenakan ketiga pejabat ini telah menjalani assessment bulan lalu saat assessment calon Sekdaprov Riau. Ketiga pejabat tersebut adalah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Riau Syahrial Abdi, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Joni Irwan, dan Kepala Dinas Perindustrian Riau Asrizal.

"Mareka tak ikut tahapan tes manajerial karena sebelumnya sudah dites saat ikut seleksi Sekda Riau. Jadi hasil manajerial Sekda kemarin yang dipakai, karena berlaku tiga tahun. Jadi karena alasan itu mereka tidak ikut tes manajerial," ujar Sekda, Yan Prana Jaya. 

Dijelaskan Yan Prana, ketiga pejabat tersebut untuk seleksi tahapan selanjutnya akan menjalani tes penulisan makalah, persentasi dan wawancara yang dijadwalkan 18-20 Desember 2019. Sedangkan untuk tahap awal tanggal 16-17, evaluasi pejabat eselon II ini merupakan tahap awal. Dan evaluasi yang dilakukan sangat menentukan posisi jabatan bagi pejabat bersangkutan, apakah mereka akan ditempatkan di posisi sama, mutasi, diturunkan, atau di non job kan.

"Sesuai arahan pimpinan, beliau mengingingkan adanya rotasi tahap awal dalam bentuk job fit. Jadi 25 pejabat ini kami anggap harus dievaluasi terhadap kinerjanya. Jadi semua tergantung hasil evaluasi. Kalau rekomendasi Pansel mereka tetap, kita akan sampaikan ke gubernur Riau selaku pembina kepegawaian yang bersangkutan tetap," ungkapnya. 

“Ada beberapa pertimbangan dilakukan evaluasi terhadap 25 pejabat esleon II Pemprov Riau. Dari evaluasi ini bisa saja mereka tetap dijabatannya berdasarkan hasil evaluasi, dan bisa juga mereka bergeser sesuai kebutuhan. Pertimbangannya adalah setelah kami mendapat masukan terkait hasil evaluasi kinerja, ini harus dilakukan sebagai tahap awal. Kita sudah melihat semua hasil kinerja mereka,” tambahnya. 

Disinggung mengenai adanya beberapa pejabat yang tidak masuk mengikuti evaluasi tahap awal, apakah tetap di jabatannya atau ada assessment lain, Sekda menegaskan, belum tentu pejabat yang tak dievaluasi tetap di jabatannya. Seperti Kadiskes Riau, kepala Dinas ESDM, kepala Biro Ekonomi, kepala Dinas Sosial, kepala biro hukum. 

"Kan bisa saja mereka dinonjobkan, atau karena dia sudah mau memasuki masa pensiun. Dan bisa saja tetap di situ, semua tergantung kebutuhan," katanya. 


Reporter: Nurmadi



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar