Didukungan Masyarakat dan Pemerintah

STKIP Hadir di Meranti

Bupati Meranti, pendiri STKIP Meranti, Camat Merbau, Ketua Kopertais Wilayah X, Ketua STKIP Meranti dan Wakil Ketua DPRD Meranti usai peresmian Kampus STKIP Meranti.

BAGAN MELIBUR (HR)- Desa Bagan Melibur Kecamatan Merbau membuat sejarah baru di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Desa yang berbatasan langsung dengan ladang Migas EMP MSSA yang beroperasi di Pulau Padang itu, mencatatkan dirinya menjadi salah satu desa tempat berdirinya sebuah Perguruan Tinggi bernama, Kampus Nanda Al Mushoffa STKIP Meranti berdasarkan izin Menteri Pendidikan RI, No: 433/E/0/2014 Tanggal 2 Oktober 2014.

Salah satu perguruan tinggi swasta yang memiliki kampus dan kelengkapan fasilitas pendukung lainnya yang belum dimiliki Meranti selama ini.

Pendiri STKIP Meranti, Basiran SE MM, kepada Haluan Riau mengatakan, kehadiran sekolah tinggi tersebut sangat diharapkan mendapat dukungan kuat dari berbagai lapisan masyarakat.

"Harapan untuk membangun daerah melalui jalur pendidikan ini, menjadi sebuah tekad membaja dari diri kami pribadi sejak lama, walaupun kita duduk saat ini selaku wakil rakyat di lembaga DPRD Kepulauan Meranti itu,” katanya .

Politisi Partai Gerindra ini berharap bagi usia anak didik yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi ke luar kota, hendaknya bisa memanfaatkan kehadiran kampus di desanya itu.

Menurutnya, pihak pengelola STKIP Meranti itu tahun ini tepatnya 2 April 2015 mendatang akan mulai menerima mahasiswa perdana untuk dua jurusan. Yakni jurusan Matematika dan Jurusan Pendidikan Jasmani, dan Pariwisata.

Saat ini lokal sudah tersedia 6 lokal, dengan kapasitas bangku kuliah sekira untuk 500 mahasiswa. Dan keberadaan para dosen juga sudah tersedia.

Dosen linier dari Padang Sumbar sebanyak 12 dosen dan ditambah dosen luar biasa sebanyak 17 orang. Sehingga jumlah dosen di STKIP Meranti saat ini sudah 29 orang.

"Sedangkan perumahan untuk dosen juga sudah siap dihuni. Sementara untuk pemondokan atau asrama mahasiswa putra maupun putri saat ini sedang dipersiapkan. Dalam kurun waktu tidak terlalu lama, asrama tersebut akan tersedia,” terang Basiran optimis.

Sementara itu Ketua STKIP Meranti, Imam Ghozali, MpdI,menambahkan, lahirnya STKIP ini merupakan jawaban bagi keinginan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan anak-anak, dengan biaya yang sangat terjangkau.

"Kalau kuliah di Selatpanjang saja ongkosnya cukup besar. Belitung ke Selatpanjang saja saat ini ongkos saja sudah Rp80 ribu untuk satu kali keberangkatan. Apalagi kuliah di luar Meranti, tentu akan membutuhkan biaya jauh lebih besar lagi," ujarnya.

Dengan didirikan STKIP ini, yang mana kampus pusatnya berada di Desa Bagan Melibur ini, Imam mengharapkan warga setempat bisa mengenyam pendidikan dengan biaya yang sangat terjangkau.

Imam juga menyampaikan bahwa mereka merupakan perguruan tinggi yang baru lahir. Untuk itu mereka sangat membutuhkan bimbingan agar mampu melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik.

"Kopertis itu orang tua kami, Pemda kami posisikan sebagai suami dari STKIP Meranti itu sendiri. Jadi kalau suami tidak mengasihi nafkah ke istri akan berdosa. Untuk itu kami sangat berharap dukungan kuat dari pemerintah daerah, sebab apa yang kami lakukan dari Desa Bagan Melibur ini ke depan, adalah untuk membangun sumberdaya manusia khususnya untuk Meranti,”sebut Imam penuh harap. ***




Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar