Riau

BBKSDA Pasang Kamera Trap Pantau Pergerakan Harimau di Pelalawan

Petugas BBKSDA Riau memasang kamera trap atau kamera pengintai disekitar lokasi temuan jejak harimau sumatera di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, beberapa hari lalu

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau memasang beberapa kamera trap di Kecamatan Pelalawan. Demikian dilakukan untuk memantau pergerakan Harimau Sumatra dan satwa dilindungi lainnya di kawasan tersebut.

Sebelumnya, petugas mendapat informasi terkait jejak kaki yang diduga milik hewan yang bernama latin panthera tigris sumatrae di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan - kabupaten Pelalawan. Jejak itu ditemukan tak jauh dari lahan konsesi milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Setidaknya ada dua jejak kaki yang nyaris berdempetan. Jejak yang berukuran sebesar telapak tangan orang dewasa itu terlihat di jalan tanah liat.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Wilayah I BBKSDA Riau, Andri Hansen Siregar, jika jejak kaki itu benar milik Harimau Sumatra, hal itu dimungkinkan karena si belang tengah mengejar mangsanya sampai keluar habibatnya.

"Ditambah lagi karena kondisi banjir, biasa dia (harimau,red) menghindar mencari tempat yang kering. Pemantauan kami, tidak sampai menimbulkan masalah di lokasi yang kita anggap itu habitatnya," ujar Hansen Siregar, Senin (16/12/2019).

Dalam kata lain, sebut Hansen, lokasi penemuan jejak kaki itu masih menjadi jalur perlintasan atau wilayah jelajah satwa dilindungi itu.

Untuk memastikan kebenaran informasi itu, BBKSDA Riau telah mengambil langkah-langkah strategis. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan pihak perusahaan.

"Kita tetap berkoordinasi dengan pihak perusahaan, karena yang melaporkan ke kita, pihak RAPP juga. Kami minta mereka tetap memantau. Kita turun memasang kamera trap," sebut dia.

Selain itu kata Hansen, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terdekat, terkait mitigasi pasca kemunculan jejak satwa dilindungi tersebut.

Masih dikatakan dia, diperkirakan harimau yang muncul itu berasal dari habitat hutan terdekat. "Masih kawasan hutan produksi juga," jelasnya.

Hingga kini dibeberkan Hansen, belum diketahui pasti jenis kelamin, umur, dan hal lain tentang harimau itu. Hal itu, sebutnya, akan diketahui jika satwa tersebut berhasil terekam di kamera trap 

"Karena seputaran sana kita bisa identifikasi individu-individu yang sudah terekam kamera trap (sebelumnya)," imbuh dia.

Dari temuan di lapangan, lanjut dia, para karyawan menduga harimau itu lebih fsti satu ekor. Karena mereka juga menemukan jejak kecil dan ada jejak besar.

"Tapi bagi kami, jejak harimau itu, begitu dia menapakkan kami di tanah lembek atau lumpur, itu akan membesar. Sementara jejak yang kecil itu, ditemukan di tanah yang lebih keras. Biasa yang keluar seperti itu, yang mencari mangsa hanya satu ekor," pungkas Hansen.

Sebelumnya, warga Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kampar, juga pernah menemukan jejak kaki yang diduga milik Harimau Sumatra. Dari hasil identifikasi dan penelusuran jejak-jejak harimau tersebut diketahui telah kembali ke habitatnya di Taman Hutan Rakyat (Tahura).


Tags Pelalawan

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar