Hukrim

Rampungkan Penyidikan PT Teso Indah di Inhu, Penyidik Ngaku Tak Temukan Kendala 

Direktur Reskrimsus Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi. (Internet)

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Penanganan perkara dugaan kebakaran hutan dan lahan (kathutla) yang melibatkan PT Teso Indah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diyakini segera rampung. Tim penyidik mengaku tidak menemukan kendala dalam pengusutan perkara tersebut.

Demikian diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi, Ahad (22/12/2019). Dikatakan Andri, pihaknya masih berupaya melengkapi berkas perkara PT TI tersebut.

“Untuk PT Teso Indah sudah tahap I, penelitian Jaksa. Ada permintaan untuk melengkapi, tidak banyak,” ujar Andri kepada Haluanriau.co (Haluan Media Group).

Ada dua orang tersangka dalam perkara tersebut. Yaitu, PT TI sebagai tersangka korporasi yang diwakilkan direktur operasionalnya berinisial HK. Satu lagi berinisial S yang merupakan asisten kebun, sebagai tersangka perorangan untuk perusahaan tersebut. Untuk nama yang disebutkan terakhir telah dilakukan penahanan.

Saat ini, kata Andri, pihaknya tengah melengkapi dua berkas perkara itu berdasarkan petunjuk yang diberikan Jaksa. Menurut dia, tidak ada persoalan berarti terkait proses penyempurnaan berkas perkara itu.

“Kita sudah koordinasi untuk pemberkasannya. Insyaallah, tidak ada kendala,” yakin mantan Wadir Resnarkoba Polda Riau itu.

Masih terkait perkara kathutla yang melibatkan pihak korporasi, Andri menyebutkan ada 3 perusahaan lagi yang tengah diusut oleh Bareskim Mabes Polri.

Yakni, PT Adei Plantations di Desa Batang Nilo Kecamatan Pelalawan, Pelalawan. Adapun luas lahan yang terbakar mencapai 4,25 hektare.

Tidak hanya itu, ada dua perusahaan lagi yang dilakukan proses sidik bersama antara Polda Riau dan Bareskrim Polri. Yaitu, PT Gelora Sawit Makmur (GSM) di Kelurahan Rantau Panjang Kecamatan Koto Gasib, Siak. Adapun luas lahan yang terbakar mencapai 106,54 hektare.

Terakhir, PT Wahana Sumber Sawit Indah (WSSI) di Kampung Sri Gemilang Kecamatan Koto Gasib, Siak. Adapun luas areal yang terbakar mencapai 72,053 hektare.

“Untuk yang tiga lagi yang ditangani Bareskim, ada satu yang mau tahap I. Yakni, PT Adei Plantations,” sebut dia.



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar