Dunia

Israel Perketat Izin, Warga Kristen Palestina Tak Bisa Ziarah ke Betlehem

Warga kristen Jalur Gaza, Palestina, Hanadi Missak

RIAUMANDIRI.ID, Betlehem - Suasana Natal tahun 2019 sudah terasa di mana-mana, tak terkecuali di Jalur Gaza. Namun suasana Natal di Gaza kali ini lain dari tahun-tahun sebelumnya. Warga kristiani Jalur Gaza Palestina tak diizinkan oleh Israel berziarah ke kota kelahiran Yesus Kristus di Betlehem.

Dilansir AFP, Selasa (24/12/2019), warga kristen Jalur Gaza, Palestina, perempuan bernama Hanadi Missak (48) tengah mempersiapkan pohon Natal berhias perada warna-warni dan miniatur Santa. Di balik persiapan Natal ini, dia merasa tak puas karena tak bisa ke Betlehem, kota kelahiran Yesus, karena izin yang dia ajukan ke otoritas Israel belum juga keluar.

"Dengan segala kesedihan di Gaza, saya harus membuat ini tetap bahagia dan merayakan Natal," kata Missak. Teman-teman dan tetangga muslim Missak biasa datang ke rumah untuk turut memeriahkan Natal.

Sebagaimana diketahui, wilayah Palestina saat ini terbelah oleh teritori Israel. Jalur Gaza Palestina ada di sisi barat, dan Betlehem Palestina ada di sisi timur (namun biasa disebut sebagai Tepi Barat). Hanya sebagian saja dari pendaftar dari Gaza yang izinnya dikabulkan otoritas Israel sehingga bisa menyeberang ke Betlehem untuk merayakan Natal esok hari, 25 Desember 2019. 

Nabil al-Salfiti dan istrinya bernama Fatten sudah mengantongi izin dari Israel untuk ke Betlehem. Tapi sayang seribu sayang, anak laki-lakinya tidak diizinkan Israel untuk ke Betlehem. Maka mereka memutuskan untuk merayakan Natal di Jalur Gaza saja.

"Sebenarnya nggak bahagia-bahagia amat di sini--kebahagiaan sesungguhnya ada di Betlehem tempat Kristus dilahirkan," kata Fatten.

Para pemimpin gereja mengatakan izin untuk menyeberang ke Betlehem saat Natal biasanya tidak sesulit seperti sekarang. Kini hanya 1 dari 5 pendaftar yang diizinkan Israel untuk menyeberang. 

Wadie Abunassar, penasihat dan juru bicara gereja Tanah Suci, menyatakan sejauh ini baru 192 orang yang diizinkan Israel dari 951 orang pendaftar dari Gaza yang hendak menyeberang ke Betlehem saat Natal. Waktu menunggu hampir habis.

"Kami masih berharap. Kami telah membuat janji dengan banyak lembaga Israel... tapi Natal sudah mulai esok hari," kata Wadie.

Ada lebih dari seribu warga beragama Kristen di Jalur Gaza. Total penduduk Gaza ada sekitar 2 juta, menghuni kawasan sempit sepanjang 40 km. 

Sikap Israel yang sulit tahun ini menuai kritik dari kelompok gereja. Namun Israel beralasan ini demi keamanan warga Israel. Mereka takut Hamas yang berkuasa di Gaza bakal menyalahgunakan izin itu untuk menyerang warga Israel. Badan militer Israel yang mengurusi perizinan, COGAT, menjelaskan hal itu. 

"Ini berkaitan dengan keamanan," kata COGAT.



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar