Hukrim

Dikeroyok Saat Musda BEM se-Riau, Presma Umri Lapor Polisi

Presiden Mahasiswa Umri Novrio saat menunjukkan berkas Laporan Polisi yang dibuatnya.

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Mahasiswa yang menjadi korban dugaan pengeroyokan saat Musyawarah Daerah (Musda) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Riau di Universitas Lancang Kuning (Unilak) belum lama ini, akhirnya membuat Laporan Polisi (LP).

Peristiwa itu terjadi ketika beberapa peserta memilih walk out (WO) saat musda berlangsung. Alasannya, agenda itu sudah tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Novrio, menegaskan bahwa dirinya dan beberapa rekannya yang menjadi korban tidak menerima atas perbuatan yang diduga dilakukan oleh panitia tersebut.

“Ya benar, kita telah membuat laporan atas tindakan represif itu ke pihak kepolisian pada Kamis (26/12) di SKPT Polresta Pekanbaru,” jawab Novrio, Ahad (29/12/2019).

Atas tindakan itu, sebut Novrio, forum mahasiswa tercoreng dengan tindakan premanisme yang dilakukan oleh tuan rumah sendiri. 

“Dan ini sangat memalukan,” ucapnya.

Dirinya masih mempertanyakan alasan panita melakukan tindakan pengeroyokan itu. 

“Soalnya saya tak habis pikir, kalau memang kami (BEM Umri, red) dan beberapa rekan lainnya yang walk out dari Forum BEM SRI yang sedang berlangsung, kenapa kami harus dikejar secara membabi-buta dan beberapa membawa kayu,” tambahnya.

Salah seorang mahasiswa Umri, Abrar yang menjadi pelapor dalam kejadian itu menduga bahwa ada provokator di balik tindakan represif itu.

"Saya dipukuli oleh beberapa orang yang tiba-tiba mendatangi saya. Saya diseret dengan lengan dikepit di leher saya kemudian dipukul secara beramai-ramai. Mereka itu menggunakan seragam berwarna kuning,” jelasnya.



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar