Wisata

2019 Jumlah Wisatawan ke Riau Capai 5.568.653 Orang, Ini Rinciannya

Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU – Sepanjangan tahun 2019, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Riau sebanyak 5.568.653 orang. Tercatat dari data Dinas Pariwisata, jumlah tersebut dibagi atas wisatawan mancanegara sebanyak 115.611 orang, dan wisatawan nusantara sebanyak 5.453.042 orang. 

Untuk wisatawan mancanagera yang masuk melalui Bandara Sutan Syarif Kasim II sejak bulan Januari 2019 sebanyak 24.976 orang, dari pelabuhan Dumai sebanyak 9.314 orang, dari pelabuhan Bengkalis sebanyak 4.240 orang, dan dari pelabuhan Selatpanjang sebanyak 949 orang. Sedangkan yang masuk dari daerah lainnya, baik dari darat laut dan udara sebanyak 76.319 orang.

Kemudian, jumlah pergerakan wisatawan nusantara di Provinsi Riau, berdasarkan rekapitulasi data kunjungan wisatawan dari kabupaten/kota se-Provinsi Riau, terhitung mulai Januari sebanyak 5.453.042 orang. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya Wisman yang paling banyak mengunjungi Riau merupakan dari Malaysia, dan Singapura. Wisman ini berkunjung ke Riau untuk wisata religi, baik bagi muslim dan non muslim. 

“Wisman Malaysia ada 63.965 orang. Rata-rata mereka mengunjungi wisata religi ke Riau. Selain itu Singapura sebanyak 9.691 orang, dan wisman terbanyak juga datang dari India sebanyak 3.427 orang. Wisman dari Amerika juga lumayan banyak ada sekitar 2.330 orang. Begitu juga Wisman Tiongkok ada 1.830 orang, serta Australia sebanyak 1.119 orang," ujar Yoserizal.

Ditambahkan Yoserizal, wisman dari Inggris juga masuk ke Riau sebanyak 862 orang, Filipina 799 orang, Taiwan 732 orang, Korea Selatan 387 orang dan Saudi Arabia 55 orang. Rata-rata wisman ini berkunjung ke Kota Dumai, Bengkalis dan Selatpanjang. 

"Kalau wisman lain seperti dari Eropa lainnya kita gabung ada 30.515 orang. Karena jumlah ada belasan sampai puluhan, jadi kita gabung datangnya. Mereka datang bisa saja mihat kondisi atau ingin berinvestasi di Riau. Kalau wisman dari Malaysia, Singapura dan India itu religi,” jelasnya.

“Terutama untuk wisman yang dari keturunan china mereka mengikuti acara seperti, bakar tongkang di Rokan Hili, perang air di Meranti, bagi umat hindu India, mereka bisa berkunjung ke Candi Muara Takus. Sedangkan untuk yang muslim wisata religi ke Masjid Raya An Nur, masjid Islamic centre Rohul, ke istana Siak, dan tempat religi lainnya,” tambah Kadis Kebudayaan Riau ini.

Untuk diketahui, saat ini sektor pariwisata nasional menyumbangkan devisa serta penyerapan tenaga kerja yang amat signifikan bagi negara, termasuk di Riau. Bahkan sektor ini menjadi primadona baru bagi pembangunan nasional. 

Pariwisata dijadikan sebagai sektor prioritas selain infrastruktur, maritim, pangan dan energi. Untuk itu tahun 2020 ini Pemprov Riau melalui Dinas Parowisata termasuk dinas Kebudayaan ikut mendukung wisata di Riau, dan optimis akan mampu meningkatkan lebih banyak lagi wisatawan ke tanah Melayu.


Reporter: Nurmadi


Tags Wisata

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar