Tips & Kesehatan

Penyebab Seseorang Berbulu seperti Manusia Serigala dan Perawatannya

(Foto: JOHN RADCLIFFE HOSPITAL/SCIENCE PHOTO LIBRARY)

RIAUMANDIRI.ID – Pernahkah Anda melihat seseorang yang hampir sekujur tubuhnya ditumbuhi oleh rambut halus, bahkan sampai ke wajah? Dalam dunia medis, kondisi ini dinamakan hypertrichosis atau sindrom manusia serigala.

Hypertrichosis adalah kondisi langka yang ditandai dengan pertumbuhan rambut secara berlebihan. Rambut dapat tumbuh dengan sangat lebat, bahkan bisa sampai menutupi seluruh tubuh, termasuk wajah, sehingga penderita terlihat seperti manusia serigala.

Hypertrichosis bisa terjadi sejak lahir dan bisa juga baru muncul saat dewasa. Kondisi ini bisa terjadi pada wanita maupun pria. Hal ini berbeda dengan hirsutisme yang sama-sama merupakan pertumbuhan rambut berlebih, namun hanya terjadi pada wanita dan disebabkan oleh tingginya hormon androgen.

Penyebab Hypertrichosis
Penyebab munculnya hypertrichosis belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga kondisi ini terjadi akibat adanya mutasi genetik yang merangsang pertumbuhan rambut menjadi berlebihan.

Selain itu, ada juga faktor lain yang berpotensi memicu terjadinya hypertrichosis, yaitu:

  • Kekurangan gizi (malnutrisi)
  • Gangguan makan, seperti anoreksia nervosa.
  • Penyakit tertentu, seperti kanker, akromegali, HIV/AIDS, dermatomiositis, dan lichen simplex (neurodermatitis).
  • Peningkatan pasokan darah pada kulit.
  • Penggunaan gips plester.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat penumbuh rambut, antibiotik (streptomisin), steroid androgenik, imunosupresan, dan antikonvulsan (fenitoin).

Gejala Hypertrichosis
Hypertrichosis bisa terjadi di seluruh tubuh atau hanya di beberapa area saja. Rambut berlebih yang dimiliki penderita hypertrichosis biasanya merupakan salah satu dari tiga jenis rambut, yaitu:

Lanugo
Lanugo merupakan jenis rambut yang sangat halus dan berwarna terang. Lanugo biasa ditemukan pada bayi baru lahir dan normalnya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Pada penderita hypertrichosis, lanugo akan terus ada apabila tidak dicukur.

Vellus
Vellus merupakan jenis rambut halus seperti lanugo, tapi berwarna lebih gelap dan berukuran lebih pendek. Vellus bisa tumbuh di hampir seluruh bagian tubuh, kecuali telapak kaki, belakang telinga, bibir, telapak tangan, dan di jaringan parut (bekas luka).

Terminal
Rambut jenis terminal merupakan rambut yang panjang, lebat, dan biasanya berwarna sangat gelap, contohnya rambut kepala.

Perawatan untuk Hypertrichosis
Hypertrichosis tidak bisa benar-benar diobati. Namun, ada beberapa metode perawatan yang dapat digunakan untuk mengatasinya sementara waktu, antara lain:

  • Pencukuran rambut.
  • Pencabutan rambut, seperti waxing.
  • Pemutihan (bleaching) rambut, yaitu proses menghilangkan warna rambut, sehingga rambut tidak begitu terlihat.
  • Karena efeknya hanya jangka pendek, metode perawatan ini harus dilakukan berulang kali dan rutin. Ditambah lagi, metode ini juga berisiko menimbulkan iritasi pada kulit.

Sebenarnya, ada metode perawatan hypertrichosis lain yang bisa bertahan lebih lama, yaitu dengan elektrolisis dan laser.

Elektrolisis adalah proses menghilangkan rambut dengan cara menghancurkan folikel rambut menggunakan listrik bermuatan kecil. Sedangkan dalam perawatan laser, sel-sel rambut akan dibakar dan dimatikan dengan sinar laser.

Kedua metode perawatan ini cukup efektif untuk menghilangkan rambut secara permanen, tetapi perlu dilakukan berulang kali dan harganya relatif mahal, terutama untuk hypertrichosis di seluruh tubuh atau pada area yang luas.

Hypertrichosis yang dialami sejak kecil bukan kondisi yang berbahaya, walaupun bisa menimbulkan rasa tidak percaya diri dan tidak nyaman. Sebaliknya, hypertrichosis yang baru terjadi saat dewasa perlu diwaspadai, karena bisa menandakan adanya suatu gangguan atau penyakit.

Jika Anda mengalami hypertrichosis, apalagi baru mengalaminya saat dewasa, segeralah periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.


Tags Kesehatan

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar