Riau

Kadiskes Riau: Presiden Jokowi Minta Stunting Turun Jadi 14 Persen

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan angka stunting pada 2024 harus turun jadi 14 persen, sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

"Terkait pengentasan stunting ini, Riskesdes 2013 itu 37 persen, turun jadi 27 persen di 2018. Tahun 2024, Bapak Presiden minta harus jadi 14 persen," jelasnya saat memberi arahan pada acara Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Obat dan Makanan di Balai Pauh Janggi, Jumat (21/2/2020).

Mimi juga menerangkan, bahwa pengentasan stunting tidak bisa dicapai hanya oleh kinerja bidang kesehatan saja. Sebab, secara konsep, bidang kesehatan hanya mampu mengakomodir 30 persen.

"Yang 70 persen lagi itu dari lintas sektor, lintas SKPD. Baik dari kementeria, lembaga, maupun OPD-OPD yang ada di daerah," jelasnya.

Berkaitan dengan fungsi BBPOM mengontrol dan mengawasi standar obat dan makanan, Mimi mengatakan, angka stunting akan sulit ditekan kalau yang dikonsumsi masyarakat tidak memenuhi syarat. 

"Dengan pengawet yang tidak sesuai standar makanan, begitu juga obat-obatannya. Juga misalnya garam di pasaran yang dikonsumsi tapi tidak mengandum yodium," sebutnya.

Ia juga berharap agar semua pemangku kepentingan bisa bekerja sama demi menurunkan angka stunting di 2024.

"Saya berharap kita bisa bekerja sama agar di 2024 stunting bisa turun jadi 14 persen sesuai arahan Presiden," jelasnya.

Mimi memaparkan, Riau saat ini memiliki balita sejumlah 601.000. Namun pada 2019, balita yang sudah diukur baru 150.000 (lebih kurang 25 persen). Itu pun, kata dia, dari 25 persen tersebut sudah terdeteksi 10 persennya mengalami stunting.

"Kita baru bisa menetapkan angka fix-nya kalau sudah memeriksa setidaknya 80 persen dari 601.000 itu," tutupnya.

 

Reporter: M. Ihsan Yurin


 


Tags Kesehatan

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar