Nasional

PBNU Kecam Kekerasan di India, Desak Jokowi hingga PBB Bertindak

Said Aqil Siroj (Istimewa)

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) Said Aqil Siradj angkat bicara soal bentrokan yang dipicu protes atas undang-undang kewarganegaraan yang terjadi di India. Kerusuhan itu sendiri sejauh ini menyebabkan 74 orang tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka.

Said Aqil mengatakan, PBNU mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap berbeda.

"Perilaku kekerasan bukanlah bukan merupakan ciri Islam yang Rahmatan Lil alamin," kata Aqil Said dalam keterangan resminya, Sabtu (7/3/2020).

Aqil Said juga mendorong pemerintah agar segera mengambil langkah diplomatis menyikapi kerusuhan di India. Dia meminta pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) proaktif dalam upaya menciptakan perdamaian di India.

Berikut pernyataan lengkapnya:

Mencermati perkembangan terkini terkait bentrokan yang dipicu protes atas undang-undang kewarganegaraan yang terjadi di India yang memakan korban hingga 47 orang tewas dan ratusan orang luka-luka, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menegaskan:

Pertama, mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap berbeda. Perilaku kekerasan bukanlah bukan merupakan ciri Islam yang Rahmatan Lil alamin.

Kedua, perdamaian, kebebasan, dan juga toleransi adalah prinsip utama dalam menjalankan kehidupan di samping prinsip Maqaasid Syariah yang terdiri dari hifdud din wal aql (menjaga agama dan akal), hifdzul nafs (menjaga jiwa), hifdun nasl (menjaga keluarga), dan hifdul mal (menjaga harta) dan hifdhul irdh (menjaga martabat). Kelima prinsip tersebut merupakan prinsip utama yang harus ditegakkan di manapun bumi dipijak.

Ketiga, Mendorong pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomatis dan ikut andil dalam upaya menciptakan perdamaian di India. Upaya ini penting dilakukan sebagai bagian dari tanggungjawab Internasional yakni turut berperan dalam usaha menciptakan perdamaian dan keamanan dunia.

Keempat, mendesak PBB untuk berinisiatif melakukan investigasi dan menindak segala pelanggaran HAM agar tercipta suatu keadaan yang kondusif di India serta agar tumbuh kembali sebagai negara yang berdaulat yang mensejehterahkan rakyat.

Kelima, Mengajak Kepada Masyarakat Internasional untuk bersama-sama menggalang bantuan kemanusiaan dan upaya-upaya perdamaian bagi masyarakat India.

Jakarta, 07 Maret 2020
Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj

Ketua Umum

DR. H.A Helmy Faishal Zaini
Sekretaris Jenderal


Tags Kerusuhan

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar