Pekanbaru

Lantik Pengurus ICMI Riau, Prof Jimly: Seimbangkan Imtak dan Iptek untuk Memajukan Umat

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Dr Jimly Asshiddiqie resmi melantik pengurus ICMI Organisasi Wilayah Riau periode 2019-2024 yang diketuai oleh Prof Dr Alaidin Koto (Foto: RMID/Rico)

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Dr Jimly Asshiddiqie resmi melantik pengurus ICMI Organisasi Wilayah Riau periode 2019-2024 yang diketuai oleh Prof Dr Alaidin Koto, di Balai Serindit Gendung Daerah, Selasa (17/3/2020).

Dalam sambutannya Prof Jimly berpesan kepada pengurus ICMI Riau untuk berperan dalam mewujudkan wajah Islam yang damai, yakni sesuai dengan konsepsi Islam yang rahmatan lil alamin.

Dia mengatakan, ICMI Riau bertanggung jawab dalam memajukan umat dan bangsa dengan menyeimbangkan antara imtak (iman dan takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), serta meningkatkan kualitas organisasi.

"Kalau imtak dan iptek tinggi tapi bergerak sendiri-sendiri, tidak akan bisa membangun peradaban, maka perlu berorganisasi. Kalau kita tidak terorganisir, kata Saidina Ali, maka akan dikalahkan oleh yang batil," sebut Prof Jimly.

Jimly juga berharap Gubernur Riau Syamsuar senantiasa memberikan nasihat kepada ICMI Riau, sehingga terbangunnya sinergi antara ICMI dengan Pemprov Riau dalam membangun daerah dan kesejahteraan umat.

"Termasuk soal gerakan entrepeneurship, supaya ekonomi berkembang. Perlu diketahui bahwa ekonomi itu membiayai politik, maka jangan terlena hanya mikirin politik, sekarang ini hawa nafsu kita besar sekali terhadap politik, tanpa tahu bahwa yang hidup dari politik hanya 25 juta orang. Kalau negara ini bangkrut, yang tidak dapat penghasilan 25 juta orang," jelas Jimly.

"Tapi penduduk Indonesia 260 juta orang, berarti yang 235 juta orang hidupnya tidak tergantung gaji dari negara, seandainya negara ini bangkrut, 235 juta orang itu tetap dapat penghasilan dari dunia usaha. Maka dunia usaha itu fardhu, tidak hanya politik yang fardhu," sambung Jimly.

Sementara itu, Ketua ICMI Orwil Riau Alaidin Koto menyampaikan tiga poin penting yang terdapat dalam ICMI, yakni pemikir, pezikir dan mempraktikkan kerja nyata.

"Mari kita bersama-sama membangun negeri ini, negeri yang rahmatan lil alamin. ICMI adalah wadah untuk berbakti bukan untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan tertentu," kata Alaidin Koto.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Riau Samsuar dalam sambutannya berharap pengurus ICMI bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan.

Menurut Syamsuar, ICMI sebagai organisasi kaum cendekiawan dan intelektual, bisa memberi solusi kepada pemerintah dalam menyelesaikan masalah kesenjangan sosial di daerah.

"Di Inhil terjadi kesenjangan antara jumlah anak SD dan SMP, banyak kemungkinan anak di Inhil putus sekolah. Oleh karena itu, ICMI Riau bisa menjadi jembatan dalam menyelesaikan berbagai masalah, salah satunya mari bersama membantu Bupati Inhil untuk menyelesaikan masalah kesejangan itu," ucapnya.

Tak hanya masalah kesenjangan sosial, Riau juga mengalami kesenjangan kualitas sumber daya manusia (SDM) antar-kabupaten dan kota.

Meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Riau secara nasional menunjukkan angka yang baik, namun secara merata kesenjangan masih terdapat di kabupaten/kota di Riau.

"Selain itu, ada maslah kemiskinan di Riau yang saat ini masih di atas 5 persen. Saya berharap ICMI Riau bisa membantu mencarikan solusi terhadap masalah yang ada di Riau," kata dia.


Reporter: Rico Mardianto


Tags Syamsuar

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar