Nasional

1 Warga Positif, Balikpapan Tetapkan Status KLB Virus Corona

Wali Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rizal Effendi (Antara)

RIAUMANDIRI.ID, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rizal Effendi menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) virus Corona Covid-19 setelah satu warganya dinyatakan positif. Pasien tersebut tercatat sebagai laki-laki 44 tahun yang sempat dirawat secara isolasi di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD).

Total saat ini sudah tiga orang yang positif terinfeksi Corona di Kaltim. "Kaltim dari positif satu menjadi tiga. Tambahan dua dari Balikpapan dan Tenggarong," kata Wali Kota di Ruang VIP Balai Kota, dikutip dari Antara, Jumat (20/3/2020).

Satu pasien pertama berasal dari Samarinda dan dirawat di RS Abdul Wahab Sjachranie.

Rizal juga menyatakan bahwa selama KLB Corona ini, jam operasional pusat perbelanjaan dikurangi. Meski tidak ada larangan warga untuk mengunjungi mal-mal

"Setiap pengunjung akan diukur suhu badannya dan wajib mencuci tangannya menggunakan hand sanitizer sebelum masuk mal," kata Rizal.

Penetapan KLB itu menjadikan RSKD sepenuhnya digunakan untuk merawat mereka yang dicurigai terpapar virus corona.

Para pasien dengan penyakit bukan COVID-19 di RSKD pun dipindahkan ke rumah-rumah sakit lain, dan sebaliknya pasien terduga dari rumah sakit lain langsung dibawa ke RSKD.

Aparatur Sipil Negara (ASN) Balikpapan juga mulai Jumat (20/3) diliburkan hingga pekan depan.

Menurut Rizal, kepastian satu warga positif terjangkit covid-19 tersebut setelah mendapat konfirmasi langsung dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.

Satu-satunya keterangan tentang pasien tersebut yang diungkap Rizal, bahwa yang bersangkutan berasal dalam rombongan yang sama dengan pasien positif di Samarinda, Bogor, dan Solo.

Kepala Dinkes Andi Sri Juliarty mengungkapkan, tiga pasien di Kaltim yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona itu merupakan satu rombongan dalam kegiatan di Bogor pada 24 Februari lalu. Kegiatan itu juga diikuti banyak peserta dari daerah lain, di antaranya dari Solo.

Kemudian, menurut dia, dilaporkan ada dua warga dari Solo yang mengikuti acara di Bogor itu yang positif tertular dan meninggal dunia.

"Itu membuat Gubernur Jateng dan Gubernur Jabar segera meminta dan mengingatkan kepala daerah yang warganya hadir di acara itu segera dicari, tracking, dan segera diisolasi dan diobservasi," jelas Juliarty.

"Ini membuktikan bahwa penularan penyakit terjadi sebab kontak dalam satu kegiatan atau satu pertemuan di mana orang ramai bertemu," tambah Juliarty.


Tags Corona

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar