Riau

Suspect Corona di Riau Bertambah 2 Orang

Petugas Corona di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru (dok. Istimewa)

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU – Pasien suspect Corona COVID-19 di Provinsi Riau bertambah 2 orang, dari awalnya 28 orang menjadi 30 orang. Dua pasien tersebut berasal dari Pekanbaru dan Kabupaten Siak yang masuk RS Hermina Pekanbaru dan RSUD Siak.

"Sampai hari ini pasien suspect Corona menjadi 30 orang. Ada tambahan dua pasien dari Siak dan Pekanbaru. Saat ini keduanya sudah ditangani tim medis," ujar Juru Bicara Tim Media Covid-19 Provinsi Riau, Indra Yopi, Jumat (20/3/2020).

Dari jumlah tersebut, 10 di antaranya sudah pulang karena dinyatakan negatif virus Corona. Kemudian sisanya masih dirawat di ruang isolasi di beberapa rumah sakit di Riau, dan baru 1 pasien yang dinyatakan positif.

Berikut rincian pasien suspect dan positif Corona yang masih dirawat: 3 orang di RSUD Bengkalis, 4 orang di RSUD Arifin Achmad, 2 orang di RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, 1 orang di RS Ibnu Sina, 3 orang di RS Eka Hospital, 3 orang di RS Awal Bros, 1 orang di RSUD Dumai, 1 orang di RS Hermina Pekanbaru dan 1 orang di RSUD Siak.

Sementara itu, Gubernur Riau, Syamsuar, mengimbau kepada seluruh Kabupaten Kota, untuk mengawasi seluru warganya, baik yang baru pulang dari Malaysia, maupun dari luar negeri lainnya. Termasuk menutup tempat hiburan, diskotik, kafe dan warnet, selama 14 hari kedepan untuk mengantisipasi menyebarnya virus corona (covid-19) di wilayah Riau.

Menurut Gubri, saat ini kasus pasien suspect covid-19 di Riau setiap harinya bertambah. Untuk itu perlu kewaspadaan dengan menutup tempat hiburan, dan juga menghindari keramaian. Apalagi saat ini di Kota Pekanbaru diskotik dan warnet masih buka.

“Kita lihat juga sekarang, masih ada juga masyarakat kita yang biasa minum di cafe, di diskotik juga. Saya memang sudah instruksikan pada wali kota, yang namanya diskotik ditutup sekarang. Kemudian warnet juga tutup, sekarang anak-anak libur sekolah banyak juga yang ke warnet, kalau perlu lakukan razia,” tegas Gubri.

“Tutup ajalah sementara ini, dua minggu saja. Ini kita lebih baik menyelamatkan orang banyak, daripada nanti ada kepentingan individu yang memang itu tidak ada manfaatnya. Jadi makanya mudah-mudahan kalau kesadaran ini kuat Insya Allah selamat kita,” kata Gubri lagi.

Lebih jauh dikatakan Gubri, saat ini penyebaran covid-19 di Indonesia semakin cepat meluas. Apalagi di Provinsi-provinsi yang sudah banyak pasien positif covid-19 seperti di Jakarta, Jawa dan Provinsi lainnya. Setiap ada orang banyak kata Gubri, tidak akan tau darimana asal dan perjalanan seseorang yang tidak dikenal di dalam kerumunan orang banyak.

“Kita nggak tahu juga orang datang lagi di mana. Jadi karena itu ya termasuk warnet juga, karena warnet ini juga banyak digunakan oleh anak-anak yang libur. Harapan saya sampaikan ke Pak Wali kota, memang hanya demi keselamatan kita semua jadi tutup dulu."

“Kita tidak tau, dengan semua sahabat-sahabat kita, yang kita tidak tahu bahwa dia sudah terinfeksi virus corona atau belum. Jadi karena itulah lebih baik kita menjaga itu, di daerah lain sudah melaksanakannya, seperti di Jakarta dan daerah lainnya,” tegas Gubri lagi.

 

Reporter: Nurmadi



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar