Riau

Pemkab Inhil Lakukan Ragam Pencegahan Penyebaran Virus Corona

Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil (dok. Istimewa)

RIAUMANDIRI.ID, TEMBILAHAN - Penyebaran Covid-19 sudah menjadi pandemi dunia. Bahkan berdasarkan informasi terbaru, kasus di Indonesia sudah mencapai 369 positif, walaupun belum sebanding dengan di negara lain. Namun persentase tingkat kematian akibat wabah corona di Indonesia berada di posisi tinggi dibandingkan dengan negara lain.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Drs HM Wardan menggelar Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil, Jumat (20/3/2020).

Bertempat di Aula Lantai 5 Kantor Bupati Inhil, Jalan Akasia Nomor 1 Tembilahan, rapat dihadiri Dandim 0314/ Inhil, Kapolres Inhil, Kajari Inhil, Sekda Kabupaten Inhil, Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Inhil, serta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil.

Bupati mengatakan bahwa dalam penanganan penyebaran virus corona sudah dilakukan beberapa kegiatan, di antaranya; pemeriksaan crew kapal dan penumpang, mendeteksi wilayah laut, serta melaksanakan video conference dengan pihak kecamatan.

"Saya sudah arahkan masing-masing kecamatan memantau daerahnya masing-masing sejak tanggal 17 kita arahkan anak-anak belajar di rumah. Jangan ada anak-anak yang berkeliaran. Sampaikan kepada kepala sekolah dn guru-gurunya. Berikan PR agar mereka tetap berada di rumah," tegas Bupati.

Bupati juga sudah membuat surat edaran kepada beberapa OPD yang bersifat pelayanan langsung kepada khalayak, agar memberikan pedoman kepada masyarakat. Salah satunya pembuatan KTP yang ditunda untuk sementara waktu.

"Tapi kemarin saya masih melihat banyak masyarakat kita yang duduk di pinggir jalan, masih banyak yang berkerumun, tolong ini disampaikan untuk pembuatan KTP ditunda dulu," ujar Bupati.

Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan struktur Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil, juga menginstruksikan agar tim gugus tugas meyusun program dalam mengantisipasi secara maksimal karena secara formalitas SK tim tersebut legal.

"Untuk tim ini perlu ada sekretariat. Jadi saya tetapkan di Diskominfo karena peralatan di sana sudah ada. Jadi di-standby-kan. Nanti kita tetapkan seminggu sekali harus ada video conference dengan kecamatan-kecamatan. Ke depannya setiap saat kegiatan, sekecil apapun yang kita lakukan harus dilaporkan, jadi di sekretariat harus ada petugas yang selalu standby," urainya.

Rapat berlangsung interaktif, pengarahan Bupati mendapat berbagai tanggapan dari para peserta rapat. Unsur forkopimda juga melaporkan dan menyampaikan saran untuk memaksimalkan kegiatan tim gugus tugas ini.

Dandim 0314/ Inhil mengutarakan bahwa penyebaran Covid-19 sangat cepat dan penutupan mata rantainya sangat sulit dilakukan jika tidak ada kesadaran dari masyarakat.

"Kodim berkoordinasi dengan koramil dan puskesmas melakukan sosialisasi yang sifatnya tidak berkumpul tetapi dengan pengeras suara dan bahasa daerah. Ini dilakukan karena tidak semuanya masyarakat paham dengan bahasa medis," ungkapnya.

Menurutnya, yang perlu disiapkan Kabupaten Inhil untuk penanganan corona adalah tambahan ruang isolasi dan orang yang bertugas harus dilengkapi APD yang baik. Demi keselamatan bersama, pemeriksaan atau penjemputan dilakukan tim medis ke rumah suspect apabila ada suspect, serta membuat keran untuk cuci tangan dan menyediakan sabun di tempat umum.

"Saya pikir kita juga perlu membuat grup WA, agar lebih mudah berkoordinasi," kata Dandim.

Kapolres Inhil menyatakan bahwa Pemerintah Pusat menetapkan status darurat pada kasus corona ini.

"Kalau tidak salah ada 18 provinsi pasien yang positif corona. Di Provinsi Riau ada 1 orang yang positif sekarang diisolasi di RS Arifin Ahmad Pekanbaru," tuturnya.

Menurut Kapolres, selaku figur masyarakat, Pemerintah dan Unsur Forkopimda harus bisa mengajak masyarakat menjaga diri.

"Kebijakan dari pemerintah pusat harus kita teruskan ke bawah, untuk tidak berkumpul, seperti beribadah di rumah masing-masing. Saya mendapat himbauan Fatwa dari MUI dan himbauan dari PGI. Jadi kita tidak menganggap enteng penyebaran covid-19 ini. Kita berkaca dari Itali karena liga sepakbola itu masih berjalan sehingga penyebaran di antara orang itu cepat," papar Kapolres.

Dirinya menyarankan untuk mengundur kegiatan peringatan Hari Besar Keagamaan, menginformasikan kepada masyarakat tentang Covid-19 ini serta dampaknya.

"Mulai jam 00.00 tanggal 20 hari ini sudah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri melakukan lockdown. Jadi fungsi dari gugus tugas ini harus diperinci dengan jelas. Kita juga harus memperhatikan keteraediaan logistik," katanya.

Sepakat dengan Dandim, Kajari Inhil menyebut bahwa sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona harus dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

"Intinya mengurangi kontak langsung secara fisik. Mari kita saling mendukung sehingga susunan tim gugus tugas ini tidak hanya di atas kertas," ajaknya.

Sementara itu, Sekda Inhil mengatakan akan menyempurnakan SK Gugus Tugas ini dengan merevisi beberapa kekurangan yang ada.

Dijelaskannya pula, bahwa salah satu media yang dapat menjadi penyebaran virus corona adalah uang.

"Karena virus ini bukan terbang di udara tapi lengket di benda-benda. Anak-anak libur harusnya lokal-lokal kita semprot disinfektan supaya steril. Dari 3 RS, 30 puskesmas dan beberapa puskesmas pembantu harus menjadi corong bagi kita untuk meneruskan sosialisasi kepada masyarakat dengan bahasa yang sederhana. Kalau bisa Dinas Kesehatan membentuk Tim Raksi Cepat (TRC). Dan anggaran hal-hal mendesak bisa masuk dalam perubahan penjabaran," terang Sekda.

Kadiskes Inhil melaporkan sejak Januari sudah berkoordinasi di lingkup kesehatan. Dikatakannya melalui puskesmas sudah mengumpulkan seluruh kepala puskesmas untuk lebih intensif bekerjasama lintas sektoral. Melalui media massa juga disampaikan agar masyarakat jangan panik tapi tetap waspada.

Direktur RSUD Puri Husada menyebut bahwa seluruh RS se-Provinsi Riau ditunjuk sebagai tempat untuk pasien yang terindikasi Covid-19.

"Ruang isolasi kita sekarang secara maksimal tersedia 5 tempat tidur. Dari instruksi provinsi menyediakan dua kali lipat ruang semaksimal mungkin. Permasalahannya APD, stok alkohol dan masker terbatas. Kami juga kalau bisa mohon reward, minimal peningkatan nutrisi dan perhatian kepada petugas karena mereka berada di lini terdepan pennganan corona ini. Langkah yang sudah diterapkan di rumah sakit, kami meniadakan besuk di RS, penunggu pasien hanya 1 orang," pungkasnya.


Reporter: Evrizon


Tags Inhil

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar