Riau

Riau Siapkan Gedung Berkapasitas 1.000 Pasien Jika Terjadi Lonjakan Kasus Corona

Gubenur Riau syamsuar, Wakil Gubenur Edy Natar Nasution bersama Kapolda Riau, Danrem 031 WB saat melakukan video conference bersama bupat/wali kota terkait penanganan Coron di Riau (Foto: HR/Andika)

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau telah memesan sebanyak 6.000 alat rapid test virus corona (Covid-19) ke pemerintah pusat. Sebelumnya, Pemprov melakukan pemetaan terhadap gedung yang akan dijadikan sebagai tempat penanganan pasien jika terjadi lonjakan, dengan kapasitas tampung hingga 1.000 pasien.

Tempat penanganan pasien Corona ini nantinya adalah Gedung Diklat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Gedung Asrama Haji, dan Gedung SPN Polda Riau.

“Kita bersama Forkopimda, dan bersama seluruh Kabupaten/Kota ingin melihat sejauh mana telah dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. Dan sekaligus juga menyampaikan persiapan-persiapan, baik dalam rangka penambahan fasilitas kesehatan di rumah sakit, termasuk juga apa saja yang telah dipersiapkan oleh daerah,” ujar Gubri, usai mengadakan video conferance dengan kepala daerah, Senin (23/3/2020).

“Kita sudah mengusahakan sebanyak 6.000 alat rapid test dari pemerintah pusat. Untuk menjalankannya kita menunggu alat rapid test itu sampai ke Riau dalam waktu dekat ini,” ujar Gubri.

Selain persiapan rapid test, Pemprov Riau juga telah mengajukan laboratarium kesehatan yang ada di Pekanbaru untuk dijadikan sebagai labor SWAP Covid-19. Dari pangajuan yang disampaikan beberapa hari lalu, pihak Kementerian Kesehatan menyetujui Riau sebagai salah satu hasil labkes Covid-19.

“Labkes kita sudah layak untuk dijadikan sebagai tempat labkes. Dan dokter-dokter kita layak untuk menjadi tes kesehatan. Hanya tinggal persetujuan dari Menteri Kesehatan. Sekarang yang sudah membuat itu ada yang di Solo, ada juga yang di beberapa daerah itu, nanti kita kita sudah pesan juga,” kata Gubri.

Untuk Kabupaten/Kota sendiri, Gubri juga telah menginstruksikan untuk menjalankan rapid tes. Jika alat tersebut sudah sampai, maka daerah segera menyiapkan anggarannya dalam APBD masing-masing.

“Kami mengingatkan kembali, tempat cadangan sudah harus ada untuk mengantisipasi kalau ada perkembangan luar biasa seperti yang terjadi di Jakarta,” ungkap Gubri.


Reporter: Nurmadi



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar