Nasional

Jumlah Warga Positif Corona Sumbar Tertinggi, Bisa Jadi Karena Hasil Labor Cepat Keluar

Grafis Data Kasus Corona di Wilayah Sumatera per Rabu (8/4/2020). (jernihnews.com)

RIAUMANDIRI.ID, PADANG - Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar, Jasman Rizal membenarkan bahwa untuk sementara memang Sumbar termasuk tertinggi angka positif pasien yang terinfeksi virus corona di wilayah Sumatera setelah Sumatera Utara. Hal ini dimungkinkan karena cepatnya dapat hasil tes swab ODP dan PDP.

"Kecepatan ini karena kita punya laboratorium tersendiri di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, yang paling lama 12 jam telah kita ketahui hasilnya," kata Jasman Rizal, Kamis (9/4/2020), menanggapi berita bahwa Angka Positif Corona Sumbar ke-2 Tertinggi di Sumatera setelah Provinsi Sumatera Utara, sebagaimana yang ditulis oleh jernihnews.com.

Menurut Jasman, daerah lain kelihatan masih sedikit, kerena hasil lab mereka harus menunggu dari Jakarta yang kadang telah seminggu bahkan 15 hari baru keluar hasilnya.

"Dengan semakin cepatnya mengetahui hasil Lab, semakin cepat penanganannya," ujar Jasman.

Jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) per Rabu (08/04/2020) sebanyak 26 orang. Sedangkan yang sembuh 4 orang dan meninggal 1 orang. Pasien Dengan Pengawasan (PDP) sebanyak 95 orang. Angka jumlah pasien positif corona di Sumbar tertinggi kedua di wilayah Sumatera setelah Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Data corona di Provinsi Sumut, yang positif 84 orang, dengan rincian; sembuh 8 orang, meninggal 7 orang. Sedangkan angka PDP Sumut 140 orang.

Data-data corona dari provinsi lainnya di wilayah Sumatera yang dilihat pada website resmi penanganan kasus corona pada masing-masing provinsi yang diupdate per Rabu (08/04/2020) adalah sebagai berikut;

Provinsi Aceh, kasus positif 5 (sembuh 3, meninggal 1) dan PDP 58. Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kasus positif 16 (sembuh 1, meninggal 2) negatif 71 dan PDP 54. Provinsi Riau, positif 12 (sembuh 1, meninggal 0), dan PDP 98 orang. Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kasus positif 10 (meninggal 3, sembuh 2) dan PDP 139.

Berikutnya, Provinsi Jambi kasus positif 2 (meninggal 0, sembuh 0) dan PDP 6. Provinsi Bengkulu positif 4 (meninggal 0, sembuh 0) dan PDP 14. Provinsi Bangka Belitung (Babel) kasus positif 3 (meninggal 1, sembuh 0) PDP 40. Sedangkan Provinsi Lampung, aksus positif 16 (sembuh 7, meninggal 3) dan PDP 41 orang.

Kasus positif terinfeksi tertinggi secara nasional, masih DKI Jakarta, yakni 1.552 kasus positif (meninggal 144, sembuh 75) dan PDP 2.254. Sedangkan angka secara nasional nasional, pasien yang positif corona 2.956 (sembuh 222, meninggal 240).

Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan banyak hal yang dapat menjadi pemicu tingginya angka positif corona di Sumbar dibandingkan dengan provinsi lain di wilayah Sumatera.

Menurut Supardi tindaklanjut pendataan dari pembatasan selektif terhadap pendatang (arus masuk orang) 9 pos di perbatasan wilayah Sumbar dengan kota-kabupaten belum optimal. "Kita lihat upaya ini hasil belum lagi optimal. Kan tidak cukup hanya didata, tanpa ditindaklanjuti," kata Supardi.

Kata Supardi, semestinya pemantauan terhadap ODP dan pengawasan terhadap PDP benar-benar berjalan dengan baik. "Bagaimana dengan pengawasan terhadap isolasi mandiri setelah didata, ini harus menjadi perhatian," kata Supardi.

Berikutnya, keterlambatan penyediaan alat perlindungan diri (APD) bagi dokter dan tenaga medis lainnya di wilayah Sumbar juga memicu tingginya angka positif PDP di Sumbar. Karena sebagian dari pasien yang positif terinfeksi adalah tim medis.


Tags Corona

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar