Pekanbaru

Ketua RT/RW Tolak Bagikan Sembako Pemko Pekanbaru Karena Tak Sesuai Data yang Diajukan

Wali Kota Pekanbaru Firdaus melakukan pelepasan secara resmi penyaluran bantuan sembako di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Sabtu (25/4/2020).

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Sejumlah Ketua RT/RW di Kota Pekanbaru mengancam tidak akan menyalurkan bantuan sembako dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, jika bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan data yang diberikan oleh RT/RW. Pasalnya, Pemko Pekanbaru membatasi jatah RT/RW yang telah didata dan diserahkan ke kelurahan.

Wali Kota Pekanbaru hanya memberikan sebanyak 15.625 sembako bagi warga miskin yang sesuai data Dinas Sosial Kota Pekanbaru. Bantuan bukan berdasarkan data masyarakat yang terdampak Covid-19. Jika dibagikan 15.625 tersebut ke-12 kecamatan, maka, masing-masing kecamatan hanya menerima sebanyak sekitar 1.300 paket sembako.

Selanjutnya dibagikan ke kelurahan, di mana masing-masing kecamatan terdiri dari 5-7 Kelurahan, maka masing-masing kelurahan hanya menerima 185 paket sembako. Jika di kelurahan tersebut terdapat 6 RW, maka per RW hanya menerima 30 paket sembako dan dibagikan ke RT masing-masing RT hanya menerima 4-5 paket sembako.

“Ini kan namanya konyol Pemkonya, sampai ke RT itu paket sembako hanya 5-6 paket, sementara data yang kami kirimkan sesuai dengan item yang ada di brosur penerima sembako, akibat dari dampak PSBB Covid-19 ini, kami serahkan sebanyak 25-30 data warga miskin dan yang terdampak. Ini kan sama saja Wali Kota mengadu kami dengan warga, dan warga dengan warga,” ujar salah seorang ketua RW di Kecamatan Tampan, Ahad (26/4/2020). 

“Coba bayangkan bagaimana kami membaginya. Hanya 5 paket sembako yang diberikan ke RT, dari 30 data yang kami serahkan, dimana letak keadilannya bagi warga terdampak Covid-19 ini. Banyak warga kami dirumahkan akibat PSBB dari Pemko ini, seharusnya diberikanlah ke warga yang terdampak, sesuai data yang kami kirimkan,” kesalnya lagi.

Hal yang sama juta disampikan oleh ketua RT di Rumbai. Ia menyayangkan pembatasan sembako yang diberikan oleh Pemko Pekanbaru. Selain datangnya lambat, juga akan menjadi konflik di antara warga, dan akan terjadi kecemburuan sosial. Dan yang menjadi sasarannya adalah RT yang mendata warga, sesuai dengan data yang diserahkan oleh pihak kelurahan.

“Kalau seperti ini kan yang disalahkan RT-nya, mereka sudah didata, tapi tidak menerima sembako. Kalau hanya 5 orang yang menerima berat bagi saya untuk membagikannya. Bayangkan saja, hampir semua warga saya terdampak Covid-19, sampai sekarang belum mendapatkan sembako. Bahkan ada yang datang ke rumah, agar ia mendapatkan sembako,” kata ketua RT ini.

“Jadi nanti kami biarkan saja di lurah itu yang membagikan, kan mereka yang tahu warga miskin bukan kami di RT kami ini. Di RT saya saja yang saya ajukan ada 30 orang warga dari data yang diberikan,” katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan, Pemko Pekanbaru mulai menyalurkan Beras Cadangan Pemerintah (BCP) dan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Penyaluran bantuan dikemas secara simbolis di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Sabtu (25/4/2020).

Wali Kota Pekanbaru Firdaus, mengatakan, ada 15.625 paket sembako, yang disebarkan ke 12 kecamatan di Pekanbaru. Wali Kota langsung memimpin pelepasan sembako itu.


Reporter: Nurmadi



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar