Dunia

Senangnya Anak-anak Spanyol Bermain di Jalanan Usai Enam Pekan Dikarantina

Anak-anak bermain sepatu roda ditemani seorang dewasa saat pemerintah Spanyol memberikan kelonggaran atas lockdown menanggulangi corona, Minggu, 26 April 2020. (AFP/GABRIEL BOUYS)

RIAUMANDIRI.ID, MADRID – Setelah enam pekan lamanya harus berdiam diri di dalam rumah lantaran menekan penularan virus corona (Covid-19), anak-anak di Spanyol akhirnya bisa bermain lagi di jalanan, Minggu (26/4/2020).

Pemerintah Spanyol telah mengizinkan warganya untuk beraktivitas di luar rumah setelah melakukan karantina alias lockdown demi menanggulangi pandemi virus corona.

Di kota Madrid, ibu kota Spanyol, anak-anak terlihat seperti 'menguasai' jalanan saat mereka menemukan kebebasan diperbolehkan bermain di luar rumah.

Mulai Minggu, anak-anak dari usia 3-14 tahun diizinkan untuk keluar selama satu jam antara pukul 09.00-21.00 waktu setempat, dengan syarat harus ditemani orangtua---dan tak lebih dari radius 1 kilometer rumah mereka.

"Sangat bagus bagi saya untuk bisa keluar [rumah]," ujar Ricardo, bocah 6 tahun, di Madrid seperti dikutip dari AFP.

Ricardo menemani adik perempuannya bermain di luar rumah. Mereka bermain sepeda, sepatu roda, atau memainkan permainan lain bersama rekan sebaya.

Bocah lainnya, Alvaro Paredes, mengatakan dirinya bersama kakak dan kawan-kawannya melakukan sebuah 'petualangan besar'. Alvaro bersama kawan-kawannya menggunakan otopet dan sepeda mengelilingi 'kampung' mereka pada waktu bebas yang diberikan pemerintah Spanyol tersebut.

"Mereka super antusias, sangat-sangat tak sabar. Mereka bangun pagi, pukul 06.30, berteriak-teriak, "Kita keluar, kita keluar'," ujar ibunda dari Alvaro, Inmaculada Paredes .

Tapi, mereka terlihat tetap mengenakan masker menutupi mulut dan hidung.

Para orang tua memang membekali anak-anak mereka dengan alat perlindungan diri sederhana demi mencegah risiko tertular corona. Masker dan sarung tangan terlihat dipakai para bocah di saat bermain di jalanan.

"Mereka semua sudah cukup dibekali dengan masker dan sarung tangan," kata Miguel Lopez, ayah dari dua anak yang tinggal di kawasan Madrid barat daya,

"Ini seperti hari bagi mereka untuk keluar, ini hal yang sangat menarik bagi mereka setelah sebulan [diam di rumah]," imbuh Lopez.

Di kota Barcelona, Susana Sabate yang memiliki dua anak kembar berusia 3 tahun mengatakan, "Ini luar biasa ya! saya tidak dapat percaya ini setelah enam pekan."

"Putra-putra saya sangat aktif. Hari ini ketika mereka melihat pint depan terbuka dan kami memberi otopet, mereka terlihat begitu antusias," imbuh Sabate seperti dikutip dari The Associated Press.

Jumat (24/4) lalu, Menteri Kesehatan Spanyol Salvador Illa mengatakan ini menjadi langkah awal untuk mulai meringankan pelaksanaan lockdown sedikit demi sedikit.

Spanyol menjadi salah satu negara dengan tingkat infeksi corona, dan kematian yang sangat signifikan. Spanyol berada di bawah Amerika Serikat (AS) sebagai negara dengan jumlah terinfeksi dan kematian akibat corona terbanyak di dunia.

Di Spanyol sendiri, diyakini angka penularan Covid-19 sudah melewati puncaknya. Atas dasar itu, pemerintah Spanyol pun mulai berpikir untuk meringankan kebijakan karantina.

Jika Minggu ini anak-anak yang diizinkan keluar rumah, pekan depan seluruh warga Spanyol diberi kesempatan untuk berolahraga di luar rumah.

Bukan hanya Spanyol, di Eropa ada pula beberapa negara yang semula menerapkan lockdown untuk membuka pembatasan besar tersebut. Selain Spanyol, negara-negara lain adalah : Italia, Prancis, Denmark, dan Jerman.



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar