Nasional

Viral, Ruangan Karantina untuk Warga Tak Pakai Masker Dilengkapi Fasilitas Seperti Hotel

RIAUMANDIRI.ID, PALEMBANG - Sanksi karantina yang diterapkan Pemerintah Kota Palembang terhadap warga yang keluar rumah tanpa menggunakan masker, belum berjalan efektif. Bukannya memberikan efek jera, sanksi yang diberikan malah memeberikan kenyamanan kepada pelanggar.

Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial berdurasi 22 detik yang diposting akun Instagram @plglipp, terlihat sebuah pengakuan seorang pelanggar berbaring di sebuah ruangan yang diduga menjadi lokasi karantina.

Di video itu, dia menyebut bahwa ruangan tersebut merupakan kamar karantina di Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan. Kamar itu nampak dilengkapi fasilitas layaknya sebuah hotel, ada televisi, AC, dan lemari pakaian.

"Nah min, kamar karantina di Asrama Haji. Ado AC-nyo min. Sayang dak katek wifi. Makan dienjuk, segalo dienjuk. Kalau ado wifi nak tedok di sini la aku, idak nak balek," aku seorang pelanggar di dalam video @plglipp.

Pada video itu pula, akun @plglipp juga menyertakan kritikan terhadap sanksi yang diterapkan Pemerintah Kota melalui Gugus Tugas Covid-19, justru memberikan fasilitas yang berlebihan. Padahal, yang diberi sanksi merupakan para pelanggar.

"Nah yang buntu boleh lah dak makek masker. Lemak nah di Asrama Haji. Kamarnyo nyaman, ado AC pulok. Terus di kasih makan," tulis @plglipp.

Postingan video ini pun mendapat reaksi beragam dari warganet. Tak hanya itu, beredarnya video ini turut membuat Tim Gugus Tugas Covid-19 langsung bereaksi keras.

Ketua Bidang Pencegahan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Palembang, Ahmad Zulinto, menegaskan, tidak ada fasilitas seperti AC dan televisi yang dihidupkan selama warga dikarantina. Dia menyebut bahwa pihaknya tidak memberikan kenyamanan sama sekali.

"Kita telah meminta pengelolah Asrama Haji bahwa sejak 30 April tidak ada fasilitas yang diperbolehkan hidup. Jadi kami tegaskan tidak ada kenyamanan di Asrama Haji," tegas Zulinto, Sabtu (2/5/2020).

Terkait AC dan televisi yang menyala pada video tersebut, Zulinto berujar bahwa bisa saja dinyalakan dengan aplikasi handphone para pelanggar. Sebab, saat dikarantina, handphone pelanggar ini tidak disita.

"Setiap warga yang dikarantina HP-nya tidak kita sita, karena bisa saja mereka ingin menghubungi keluarga. Dan ini bisa jadi jawaban kenapa televisi dan AC-nya menyala. Handphone bisa dijadikan sebagai remote untuk menghidupkan AC dan televisi," jelasnya.

Zulinto mengaku sedikit kesal, karena oknum tersebut seolah-olah mengajak masyarakat untuk tidak memakai masker. Sebab, pelanggar justru mendapatkan fasilitas karantina seperti layaknya di hotel.

"Tentunya ini bukan tindakan yang mendidik. Kita mesti sadar diri kalau ini bahaya, bukan hal untuk enak-enak. Sebenarnya ini tidak enak, karena begitu sampai mereka akan ada di aula selama 10 jam dan itu sudah sangat berat. Tidak ada serta merta mereka langsung kita antar ke kamar masing-masing," jelasnya.

Dia mengebut, bahwa Tim Gugus Tugas telah mengantongi identitas oknum tersebut dan akan melakukan penindakan terhadapnya. "Oknumnya sudah kami ketahui. Untuk penindakan nanti akan kami bahas. Karena karantina ini sifatnya edukasi. Jadi handphone tidak kami sita," terang Zulinto.

Untuk diketahui, sanksi karantina yang diterapkan Pemerintah Kota melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 ini, menindaklanjuti Peraturan Wali Kota Palembang Nomor 1 tahun 2020, tentang peningkatan pengendalian dan pencegahan Covid-19.

Di mana warga yang tidak menggunakan masker di saat pandemi virus Corona, akan langsung diisolasi ke Asrama Haji selama 1x24 jam. Menurut Zulinto, sejauh ini sudah ada puluhan warga yang terjaring razia.

Untuk hari ini, Gugus Tugas Covid-19 telah menjaring 34 warga yang kedapatan tidak memakai masker di sejumlah titik keramaian. Di hari pertama, Kamis, 30 April 2020, Gugus Tugas mengamankan 33 warga dan di hari selanjutnya 41 orang.


Tags Viral

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar