Dunia

Rongsokan Roket China Jatuh dan Hantam Dua Desa di Pantai Gading

Rongsokan Roket China Hantam Desa di Pantai Gading (Foto: REUTERS/Stringer)

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA – Beberapa waktu yang lalu roket milik China yang diluncurkan ke luar angkasa jatuh tak terkendali ke Bumi. Awalnya roket tersebut dikira langsung jatuh ke Samudera Atlantik, tapi sepertinya beberapa bagian roket tersebut menghantam daratan di Afrika.

Dikutip dari Abacus News, Jumat (15/5/2020) rongsokan tersebut merupakan bagian dari inti roket Long March 5B yang sukses meluncurkan prototipe wahana antariksa terbaru milik China.

Inti roketnya sendiri terjun bebas tak terkendali menuju Samudera Atlantik di barat laut pesisir Afrika. Tapi laporan selanjutnya menyebutkan beberapa bagiannya diduga menghantam dua desa di Pantai Gading.

Laporan dari media lokal menyebutkan tabung metal raksasa menembus atap sebuah rumah di desa N'guinou. Untungnya tidak ada orang yang menjadi korban insiden ini.

Warga di desa Mahounou juga menemukan objek metal sepanjang 12 meter setelah melihatnya jatuh dari langit.

Objek tersebut belum dipastikan sebagai bagian dari roket Long March 5B. Tapi menurut astronom di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics Jonathan McDowell, dua desa tersebut berada di jalur re-entry roket.

"Ketika kalian memiliki metal berukuran besar yang meluncur dari atmosfer atas dengan arah tertentu pada waktu tertentu, dan kalian menemukan laporan tentang bedan yang jatuh dari langit di lokasi tersebut, pada waktu yang sama, itu bukan lompatan besar untuk menghubungkannya," kata McDowell kepada The Verge.

McDowell juga menemukan warga di dua desa di Pantai Gading yang menemukan rongsokan tersebut mendengar dentuman sonik yang sangat kencang dan melihat kilatan di waktu yang bersamaan ketika roket tersebut melintas di atas mereka.

Dengan berat hampir 18 ton, bagian inti roket itu menjadi sampah antariksa dengan ukuran terbesar yang jatuh tanpa terkendali ke Bumi sejak tahun 1991. Ia menempati ranking keempat sampah angkasa terbesar yang jatuh ke Bumi.

Ini bukan pertama kalinya roket China jatuh di kawasan padat penduduk. Pasalnya tidak seperti Amerika Serikat yang meluncurkan roketnya dari tepi pantai, tiga dari empat pusat peluncuran roket China dibangun di daratan.

Akibatnya banyak sampah antariksa sisa peluncuran yang menghantam pedesaan di China. Tidak ada kejadian yang memakan korban jiwa sejak roket Long March 3B menghantam desa di China pada 1996 yang menewaskan enam orang dan melukai belasan orang.


Tags Teknologi

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar