Parlemen

DPRD Riau: PSBB Tak Membuahkan Hasil

Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Asri Auzar mengomentari lonjakan kasus Covid-19 beberapa hari terakhir. Menurutnya, kenaikan angka tersebut pertanda Pembatasan Sosial Skla Besar (PSBB) yang dijalankan selama ini tidak membuahkan hasil baik.

"Di Indonesia, pada 10 Juni lalu itu hampir 1.200-an lebih positif Covid-19. Itu terparah selama 3 bulan terakhir. Artinya PSBB, new normal, itu belum membuahkan hasil yang nyata," ujarnya kepada Riaumandiri.id, Jumat (12/6/2020).

Auzar mengatakan, Covid-19 bisa diatasi hanya dengan kemauan masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Akan tetapi, masyarakat yang baik hanya akan tercipta dari pemerintahan yang baik pula.

"Bagaimanapun, menghindari virus ini harus dari masyarakatnya. Kalau pemerintah menerapkan program, tapi masyarakat tidak mau, ya tidak akan jalan. Namun, kalau pemerintah menerapkan program, pemerintah harus juga menyiapkan konsekuensi dari menjalankan program tersebut," jelas politisi Partai Demokrat ini.

"Kalau masyarakat disuruh diam di rumah, maka pemerintah harus sediakan kebutuhannya. Tapi kan akhirnya tidak bisa. Makanya muncullah kebijakan new normal. Masyarakat boleh keluar, boleh ibadah, tapi harus mengikuti protokol kesehatan," tambahnya.

"Maka pertanyaannya, apakah new normal ini bisa dijalankan masyarakat? Ya, itu tergantung masyarakat sendiri, dan juga pemerintah. Pemerintah serius enggak? Kalau pemerintah serius, masyarakat pasti akan serius. Tapi kalau cuma asal-asalan mengeluarkan kebijakan, ya masyarakatnya juga akan asal-asalan juga," tuturnya.

Menurut Auzar, salah satu penentu keseriusan pemerintah menjalankan kebijakan, dalam hal ini new normal, adalah melakukan sosialisasi dan edukasi.

"Pemerintah tidak boleh diskriminatif. Mal boleh buka, tempat hiburan boleh buka, maka masyarakat kecil juga harus boleh jualan lagi. Yang diutamakan itu masyarakat kecil," ungkapnya.

"Berikan masyarakat kecil ini pengetahuan, sosialisasi apa itu new normal. Cara-cara menjaga kesehatan, cara-cara berjualan. Gitu kan? Tapi, sosialisasi itu sudah disampaikan belum ke masyarakat? Kalau belum, maka jangan salahkan masyarakat. Mereka itu kalau edukasinya belum sampai, ya mereka enggak tahu," tambahnya.

Selain itu, Auzar juga mengkritik posko Covid-19 di beberapa tempat yang menurutnya hanya sekadar formalitas, tidak dijadikan sarana sosialisasi yang benar.

"Maunya informasi detail new normal ini disampaikan. Makanya setiap RT dan RW harus ada posko Covid-19. Tapi kenyataannya, posko itu cuma sebagai lambang saja. Cuma penanda saja bahwa ada posko. Kalau informasi itu terus disampaikan insyaallah masyarakat akan sadar," paparnya.

"Kemarin PSBB lonjakan belum begitu naik kasus Covid-19. Sekarang new normal, malah makin banyak. Seharusnya dengan new normal tingkat keterpaparan semakin berkurang, setidaknya landai dan semakin menurun. Begitulah baru dikatakan berhasil. Tapi kalau begini namanya tidak berhasil," tutupnya.

 

Reporter: M Ihsan Yurin


Tags PSBB

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar