Riau

Melalui Program Rehab 1.000 Rumah, Syahrul Aidi Wujudkan Mimpi Nenek Hamida

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Syahrul Aidi Maazat, saat mengunjungi rumah Hamida (80) warga Dusun Pulau Belimbing, Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Jumat (12/6/2020). (Foto: Istimewa)

RIAUMANDIRI.ID, KAMPAR - Mimpi nenek Hamida (80) warga Desa Kuok, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, untuk memiliki rumah yang lebih layak untuk ditempati sebentar lagi akan terwujud. Hal itu berkat program 1.000 bedah rumah dari kementerian yang diperjuangkan oleh anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, H Syahrul Aidi Maazat, Lc, MA, untuk masyarakat Riau.

Setelah melakukan silaturahmi dengan kepala desa se-Kecamatan Kuok dan tokoh-tokoh masyarakat, Syahrul Aidi Maazat mengunjungi rumah Hamida (80) warga Dusun Pulau Belimbing, Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Jumat (12/6/2020).

"Kita hari ini setelah khutbah di Masjid Kuok, melakukan silaturahim dengan kepala desa se-Kecamatan Kuok dan tokoh-tokoh masyarakat. Kemudian membicarakan tentang progres progam kegiatan rehab rumah yang Insya Allah sudah kita programkan di Kabupaten Kampar ini," kata anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Syahrul Aidi Maazat.

Syahrul Aidi Maazat mengatakan, sebanyak 1.000 bedah rumah dari kementerian yang telah ia programkan di antaranya akan dilaksanakan di Kecamatan Kuok sebanyak 100 unit untuk 5 desa.

"Hari ini kita mengunjungi salah satu rumah warga yang akan direhab dalam program tersebut yaitu rumah ibu Hamida. Kita ingin mengecek lokasi, melihat kondisi atau keadaan rumah sebelum direhab, mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan lancar," ujar Syahrul.

Menurut dia, program itu tentu belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan yang ada, ia berharap kepada masyarakat yang memang masih layak rumahnya untuk direhab agar bersabar untuk tahun-tahun yang akan datang.

Ia berharap kepada masyarakat, pertama untuk kondisi, karena memang ini sifatnya stimulan, dana yang 17.500.000 itu bisa dimaksimalkan. Kemudian, ada swadaya bagi masyarakat yang memang menerima, tetapi tak mampu memberikan swadaya ini diarahkan kepada relawan yang bisa membantu untuk mengerjakan rumah itu secara sukarela.

"Karena ini sifatnya adalah stimulan dari pemerintah," terangnya.

Sementara itu, keluarga nenek Hamida, Aldi Wahyudi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Syahrul Aidi Maazat, yang telah menyalurkan bantuan bedah rumah tersebut.

"Kami dari pihak keluarga mengucapkan ribuan terimah kasih atas kunjungan ustaz Syahrul Aidi Maazat dan alhamdulillah bantuan bedah rumah untuk nenek kami telah terealisasikan," ungkapnya haru. 

"Bantuan bedah rumah ini tentu akan sangat membantu nenek kami, karena di usianya yang sudah 80 tahun susah untuk turun naik melalui tangga," tambahnya.


Tags Kampar

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar