Parlemen

Tanpa Kerumunan dan Antrean, Penyelenggaraan Qurban Diharap Ikuti Protokol Kesehatan

Ilustrasi pemotongan hewan kurban (dok. RMID/Nandra Piliang)

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU – Pelaksanaan qurban tahun ini diharapkan sesuai dengan protokol kesehatan Covid 19. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya gelombang kedua wabah Covid-19 yang akhir-akhir ini diperbincangkan.

Meski Kota Pekanbaru sendiri akan memasuki tahapan Perilaku Hidup Baru (PHB) atau New Normal, bukan berarti masyarakat sudah bisa beraktivitas di luar dengan berkerumun. Apalagi, pada saat pemotongan hewan kurban biasa dilakukan beramai-ramai. Setelah itu, masyarakat akan berkumpul dan secara bergantian mengambil paket dagingnya.

Hal ini pun disorot Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru, Nurul Ihsan. Dia berharap pelaksanaan qurban sesuai dengan protokol Covid 19

"Pola pemotongan hewan kurban 1441 ini lebih diatur dengan baik, diatur sesuai dengan protokol kesehatan, tidak ada antrean masyarakat yang mengambil jatah qurban, biar panitia saja yang mengantar ke rumah. Cara ini kita rasa lebih efektif untuk mencegah adanya gelombang kedua Covid-19," kata Nurul Ihsan, Senin (15/6/2020).

Di samping itu, Politisi Gerindra ini juga berharap pelaksanaan kegiatan kurban di tengah situasi pandemi tetap berjalan optimal dengan tetap memperhatikan aspek pencegahan penyebaran Covid-19.

"Tidak ada antrean, tidak ada kerumunan, senantiasa gunakan masker, jaga pola hidup bersih dan senantiasa mencuci tangan. Terkait pembagian jatah hewan kurban kita rasa masyarakat tidak perlu khawatir, karena setiap panitia masjid sudah punya data masyarakat yang berhak menerima hewan kurban," tambahnya.

Dalam kegiatan penjualan hewan kurban yang biasanya terlihat di beberapa titik di Kota Pekanbaru, Nurul Ikhsan juga berharap tetap menjalankan aturan seperti halnya jaga jarak fisik, penerapan kebersihan personal dan tempat serta telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh instansi terkait terhadap hewan kurban yang layak untuk dijual kepada masyarakat atau calon peserta kurban.


Reporter: Akmal



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar