Riau

Canangkan Program Jaga Kampung di Siak, Kapolda Riau Dorong Penguatan Tiga Pilar

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi memimpin penanaman bibit terong di Kampung Sengkamang, Kecamatan Koto Gasib, Siak. (Dodi Ferdian/Haluanriau.co)

RIAUMANDIRI.ID, SIAK SRI INDRAPURA – Kepolisian Daerah (Polda) Riau menginisiasi Program Jaga Kampung. Tiga pilar menjadi salah satu kunci suksesnya program tersebut yang berfungsi untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Demikian diungkapkan Kepala Polda (Kapolda) Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi saat Pencanangan Jaga Kampung di Kampung Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Jumat (26/6/2020) petang. Saat itu hadir, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Yan Prana Jaya, perwakilan Korem 031/WB, dan Ketua MKA LAM Riau, Datuk Seri Al Azhar.

Dalam kegiatan ini juga hadir Bupati Siak, Alfedri, dan sejumlah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Siak, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan dukungan agar kampung di Bumi Lancang Kuning untuk mandiri, salah satunya terkait ketahanan pangan. Terutama dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Kita punya kampung itu harus kuat, kemandiriannya. Kita harus bergandeng tangan agar berkecukupan pangan,” ujar Kapolda Riau di hadapan masyarakat Kampung Sengkamang.

Dikatakannya, Program Jaga Kampung yang diinisiasi bersama sejumlah pihak lainnya. Seperti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Korem 031/WB, dan lainnya.

“Kami mendapat arahan dari Mabes Polri terkait Program Jaga Kampung ini,” sebut mantan Deputi Siber pada Badan Intelijen Negara (BIN) itu.

Salah satu sasaran dalam program tersebut adalah bagaimana menguatkan ketahanan masyarakat. Tentunya, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada di kampung tersebut.

“Kita gerakan semua yang ada di kampung ini menjadi kampung yang kuat. Kita tidak kuat jika perut kosong,” lanjut dia.

“Bersama tiga pilar, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Penghulu (Kepala Desa, red), ini yang membuat kampung kita kuat. Ini adalah mitra masyarakat agar bisa mengolah lahan menjadi produktif. Kita juga menggerakkan unsur yang lain, seperti perusahaan sebagai pendamping,” sambungnya.

Di Kampung Sengkamang sendiri memiliki lahan seluas 5 hektare yang kemudian dikelola oleh 10 kelompok tani yang ada. 
“Lahan ini harus kita kelola. Ini menjadi modal bagi kita semua, menjaga ketahanan pangan,” tutur perwira tinggi Polri bintang dua itu.

Tidak hanya penguatan ketahanan pangan, Program Jaga Kampung ini juga bertujuan agar kampung atau desa di Riau tangguh mengatasi serangan dari luar. Seperti, masuknya narkoba, paham-paham radikalisme, dan lainnya.

“Kita harapkan, kamtibmas kondusif, masyarakat semakin produktif. Itu akan kita lihat dan rasakan di Siak dan Riau pada umumnya,” pungkas Kapolda Riau.

Pemerintah daerah (Pemda) di Riau mengapresiasi progam tersebut. Hal itu seperti diungkapkan Sekdaprov Riau, Yan Prana Jaya.

“Progam Jaga Kampung ini bagian dari upaya kita menjaga ketahanan pangan. Terima kasih kepada Kapolda dan jajaran yang telah ikut membantu mengatasi persoalan ketahanan pangan ini,” singkat Yan Prana yang diaminkan Bupati Siak, Alfedri.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Riau juga memimpin penyerahan bantuan kepada kelompok tani yang ada di Kampung Sengkemang. Diikuti Sekdaprov, Bupati Siak, perwakilan Korem 031/WB, dan perwakilan Kejaksaan, Kapolda menyerahkan bantuan bibit bebek petelur, bibit belut, dan bibit tanaman hortikultura.



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar