Peristiwa

Dipulangkan Polisi, Begini Pengakuan Teman Kontrakan Pedagang Ludahi Bakso Cuanki

Windra Suherman, pedagang bakso cuanki di Kembangan, Jakarta Barat saat mendatangi kantor polisi setelah aksinya meludahi dagangan tertangkap kamera (iNews)

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA – WS (21), pedagang yang meludahi bakso cuanki di Kembangan, Jakarta Barat, tidak ditahan dan sudah dipulangkan oleh polisi. Namun siang ini WS tidak terlihat di kontrakannya di Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Menelusuri tempat tinggal WS di Kelurahan Joglo, Kembangan, Jakbar, pada Sabtu (27/6) siang. WS diketahui tinggal di sebuah rumah kontrakan tiga pintu.

Saat wartawan menyambangi rumah kontrakannya, WS tidak ada di tempat. Hanya terlihat perkakas untuk jualan di dalam rumah petaknya.

Hanya ada beberapa temannya di kontrakan itu. Mereka juga sama-sama berasal dari Garut dan berjualan cuanki juga.

Salah satu teman WS yang enggan disebutkan namanya merasa tidak percaya WS meludahi dagangannya.

"Kalau dipikir logika, ngapain kan diludahi satu mangkuk satu, udah aja diludahi di dandangnya. Kalau ini mah ngapain gitu ya. Kalau pengin banget nyari dunia mah udah aja ngambil tuyul atau tumbalin orang," ucap pria itu.

Meski demikian, teman WS itu enggan banyak berkomentar. Menurutnya, masalah tersebut sudah selesai di kepolisian.

"Saya nggak mau banyak komentar. Takut salah," katanya.

Sebelumnya, WS diperiksa polisi setelah video ketika dia meludahi bakso cuanki beredar viral di media sosial. WS diamankan di Kembangan pada Kamis (25/6).

Awalnya WS tidak mengakui telah meludahi bakso cuanki. Tetapi akhirnya dia mengaku melakukan hal itu karena menjalankan anjuran guru spritualnya agar dagangannya laris.

WS sempat diperiksa selama 1x24 jam di Polsek Kembangan. Pada Jumat (26/6) malam, WS dipulangkan kepada keluarganya.

"Keluarganya menjemputnya ke Polsek," kata Kapolsek Kembangan Kompol Imam Irawan.

Imam mengatakan WS pulang ke Garut, Jawa Barat. Pihak kepolisian juga menceritakan masalah WS ini kepada keluarganya.

"Ya sesuai hasil pemeriksaan (pulang ke Garut)," tuturnya.

Lebih lanjut Imam mengatakan pihaknya memulangkan WS karena polisi tidak menemukan adanya unsur pidana terkait kejadian itu. Sementara itu, korban tidak merasa dirugikan dan tidak mau membuat laporan.

"Yang bersangkutan juga sudah meminta maaf kepada korban dan masyarakat dan tidak akan mengulangi lagi. Kita pulangkan dan kita bina dan kita pantau," tandasnya.



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar