Politik

PDIP Buka Pintu Maaf Terkait Pembakaran Bendera

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA - DPP PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengatakan pihaknya membuka pinta maaf terhadap pelaku pembakar bendera PDIP saat unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan gedung DPR beberapa waktu lalu.

"Sebagai bangsa yang menganut paham kekeluargaan kami akan membuka pintu maaf apabila oknum-oknum yang telah membakar bendera partai kami dan memfitnah Ketua Umum PDI Perjuangan punya niat baik untuk mengakui kekeliruannya dan kesalahannya," kata Basarah seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (27/6/2020).

Basarah mengamini bahwa sejauh ini PDIP telah melaporkan pembakar bendera kepada pihak kepolisian. Menurutnya, itu dilakukan sebagai pendidikan politik agar masyarakat bisa berdemokrasi dengan cara yang beradab.

Meski demikian, seperti yang disampaikan Basarah sebelumnya, PDIP membuka pintu maaf jika pembakar bendera punya niat baik mengakui kesalahannya. Basarah mengatakan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pun sudah mengeluarkan instruksi yang tegas namun bijaksana.

Megawati, kata Basarah, meminta kader PDIP di seluruh Indonesia untuk tidak terpancing dengan situasi yang berkembang. Harus tetap mawas diri dan menghindari upaya adu domba demi menjaga persatuan.

"Bu Mega telah mengingatkan segenap kader PDI Perjuangan untuk memegang teguh Pancasila sebagai suluh perjuangan dalam menghadapi setiap ancaman dan masalah kebangsaan yang muncul," kata Basarah.

Sebelumnya, dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta pada Rabu (24/6), ada pihak yang membakar bendera PDIP. Kelompok yang menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila ini juga membakar bendera palu arit di momen yang sama.

Menanggapi kejadian tersebut, PDIP menempuh proses hukum. Sejumlah kader DPC PDIP Jakarta Timur pun turun ke jalan mengawal pelaporan ke Polres Jakarta Timur pada Kamis (25/6).

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah mengeluarkan instruksi. Dia ingin kader menempuh proses hukum namun tetap tidak terpancing emosi.

"Terus rapatkan barisan! Tempuhlah jalan hukum, perkuat persatuan dengan rakyat, karena rakyatlah cakrawati partai. Sekali merdeka, tetap merdeka! Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!" demikian bunyi surat perintah Megawati yang disampaikan Hasto dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6).


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar