Riau

Berhari-hari Didemo, Rektor UIN Suska Bersedia Dialog Senin Besok

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Rektor UIN Suska Riau, Akhmad Mujahidin akhirnya merespons aksi mahasiswa yang kemah di lantai 4 gedung rektorat, tepatnya di depan ruangan rektor. Mujahidin menyurati mahasiswa bahwa ia bersedia berdialog pada Senin (7/7/2020) besok.

Dewi Sari, koordinator lapangan aksi tersebut mengatakan, massa aksi memang mengharapkan adanya dialog atau diskusi antara mahasiswa dengan rektor. 

Selain itu, Dewi juga meminta agar Mujahidin memberikan data-data yang massa aksi minta.

"Terkait naskah akademik, kami meminta Rektor memberikan data, yaitu dokumen Rencana Strategi (Renstra), Rencana Kegiatan Anggaran Kementrian/Lembaga (RKAK/L) dan Lampiran Penerima Bukan Pajak (PNBP) dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) UIN SUSKA Riau," ujarnya kepada Riaumandiri.id, Sabtu (4/7/2020)

Diketahui, aksi mahasiswa UIN Suska Riau ini dilakukan menuntut diskon UKT untuk mahasiswa yang terdampak Covid-19, termasuk mempertanyakan sistem kuliah daring yang tidak ada SOP, dan masalah-masalah lainnya.

M Alhafiz, koordinator lapangan lainnya menyampaikan, aksi ini berlandaskan keresahan bersama. Semua mahasiswa merasakan dapak pandemi Covid-19. 

"Maka kami meminta keringanan atau diskon UKT secara menyeluruh. Rasionalnya, kami mahasiswa membayar UKT, tapi kami tidak merasakan fasilitas kampus karena kuliah sistem online. Bahkan kami harus mengorek kantong untuk membeli kuota internet demi nilai masa depan. Maka timbullah pertanyaan, ke mana dana UKT yang kami bayar? Sampai saat ini kami tidak pernah menerima jawaban yang memuaskan dari Rektor UIN Suska Riau," jelasnya.

Aksi kemah di gedung rektorat ini sudah dilakukan berhari-hari dan hingga kini, masih ada mahasiswa yang melakukan aksi.

"Kami tetap berpengang teguh dengan komitmen yang kami bangun. Aksi ini akan terus berjalan sampai tuntutan kami direalisasikan. Kami tidak terima negoisasi dengan pihak birokrat," kata Azam, mahasiswa lainnya.

Diketahui, pada Rabu (1/7/2020) malam, aksi massa dipaksa bubar oleh pihak sekuriti kampus yang berakhir bentrok. 

Koordinator lapangan lain, Fauzi mengatakan, malam itu ada beberapa sekuriti mengahampiri massa untuk membubarkan paksa aksi, tapi maahsiswa tidak diam seribu bahasa. 

"Karena kami menuntut kewajiban yang mana aloksi pembayaran UKT tidak kami dapatkan dan pengurangan UKT merujuk kepada  KMA Nomor 515. Apapun resikonya kami tetap mempertahankan hak kami sebagai mahasiswa," ujarnya.

Dewi Sari mengatakan, jika dialog dan tuntutan tidak terpenuhi, ia dan aksi massa lain mengancam akan terus melakukan aksi.

"Untuk keputusan dari tuntutan yang kami sampaikan sama-sama kita tunggu saja di hari Senin. Jika tidak memuaskan, maka kami tetap lanjutkan gerakan," tutupnya.

 

Reporter: M Ihsan Yurin


 


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar