Peristiwa

ABG Perempuan Ditemukan Tewas di Kamar Penginapan, Ibu Korban Menangis Histeris

Keluarga korban menangis histeris mengetahui kematian FN (dok. Intens)

RIAUMANDIRI.ID, Palembang - Gadis berusia 18 tahun di Palembang, Sumatera Selatan ditemukan tewas di penginapan. Menurut saksi, gadis itu ditemukan tewas di bawah kasur.

"Dia masuk kemarin, seharusnya keluarnya siang tadi pukul 12.00 WIB. Tapi saya lihat pintu masih dikunci dan keran air pun hidup," terang roomboy penginapan, Dandi ditemui wartawan di lokasi, Selasa (7/7/2020).

Merasa curiga, Dandi langsung memeriksa kamar yang ditempati korban dan mengintip dari ventilasi udara. Terlihat ada sepatu dan power bank di atas lemari pukul 15.00 WIB.

"Saya curiga, jadi saya bukalah pakai kunci kamar cadangan. Setelah dibuka saya kan masuk, tapi tidak ada orang," katanya.

Setelah mematikan keran air, Dandi kembali mengambil sepatu korban yang ada di atas lemari. Sayangnya, sepatu jatuh di bawah ranjang.

"Pas jatuh itu kelihatan ada tangan, posisi telentang di bawah ranjang. Sudah nggak bernapas, meninggal dunia. Saya hubungi teman-teman dan lapor polisi," kata Dandi.

Tidak hanya itu, Dandi menduga korban tewas dibunuh. Sebab terlihat ada bekas bekapan di wajah korban.

"Sepertinya dibekap. Posisinya juga ada di bawah kasur kan," tegasnya.

Menurut keterangan saksi lain, warga Kelurahan Talang Jambe ini terlihat di penginapan di Ilir Barat I Palembang bersama seorang wanita dan pria.

"Saya lihatnya ada sama perempuan dan laki-laki. Tapi malam tadi dia cuma sama perempuan," kata Randi yang juga menginap di kamar sebelah korban ditemukan.

Pantauan di lokasi, terlihat ibu kandung korban, menangis histeris di kamar mayat RS Bhayangkara Palembang. Ada pula Kanit Pidum Polrestabes Palembang, AKP Robert Sihombing.

Robert mengaku hanya memeriksa saksi dan keluarga korban. Kasus telah ditangani jajaran Satreskrim Polrestabes Palembang.

Sementara itu, di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, terdapat beberapa orang yang mengaku sebagai keluarga korban, salah satunya bernama Dian.

Menurut Dian, korban berinisial FN (18) terakhir kali meninggalkan rumahnya pada Senin (6/7/2020) siang pukul 12.00 wib.

“Kemarin siang dia pamit mau interview kerja di salah satu hotel di Sekip,” ujarnya.

Dian menambahkan, bahwa FN pergi seorang diri mengendarai sepeda motor. Memang, sebelumnya keluarga sempat merasa khawatir karena hingga malam, FN tak kunjung pulang.

“Pas hari ini kami dapat kabar keponakan kami meninggal dunia,” tukasn warga Sukarami ini.


Tags Peristiwa

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar