Hukrim

Kisah Kombes Rachmad Widodo Dipolisikan Lalu Laporkan Balik Anak ke Polisi

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto. (Internet)

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA - Aparat kepolisian mengungkapkan awal mula kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan dan dialami Kombes Rachmad Widodo. Begini kisahnya.

Dikatakan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto, kejadian ini terungkap setelah pihaknya menerima laporan dari LS yang mengadukan Kombes Rachmad Widodo. Rachmad Widodo dilaporkan telah melakukan KDRT.

"Laporan yang pertama adalah laporan yang buat dari saudari LS. Beliau melaporkan pada kami, adanya dugaan tindak penganiayaan atau KDRT yang dialami beliau dan putri dan keponakannya, laporan dibuat pada hari Sabtu tanggal 25 Juni sekira pukul 01.30 dini hari WIB," kata Kombes Budhi Herdi Susianto di Polres Metro Jakarta Utara, Ahad (26/7/2020).

Laporan LS ini diterima di Polsek Kelapa Gading. Dilaporkan ke polisi, Kombes Rachmad Widodo ternyata melaporkan anaknya karena merasa dianiaya.

"Kemudian laporan kedua kami menerima laporan dari saudara RW. Saudara RW (Rachmad Widodo) ini membuat laporan dan datang Polres Jakarta Utara, hari Sabtu (25/7) pukul 12.30 WIB," sambungnya.

Laporan LS yang diterima Polsek Kelapa Gading akhirnya ditarik ke Polres Metro Jakarta Utara. Kini Polres Jakarta Utara menangani dua laporan, satu dari LS dan dari Rachmad Widodo.

"Saudara RW melaporkan bahwa yang bersangkutan menjadi korban adanya tindak penganiayaan atau KDRT yang dilakukan oleh putri maupun keponakannya," ucap Budhi.

Menerima dua laporan ini, Polres Jakarta Utara meminta pihak-pihak yang menjadi korban penganiayaan melakukan visum. 
"Surat pengantar sudah kami buatkan. Namun demikian tentunya kami masih menunggu hasil dari rumah sakit terkait visum, permintaan visum tersebut," tutur Kombes Budhi.

Aurellia Renatha yang mengaku dianiaya ayahnya, Rachmad Widodo, mengungkapkan kisah ini di media sosial. Penganiayaan itu diduga ditengarai oleh hubungan asmara pelaku dengan orang ketiga dalam rumah tangga.

Aurellia Renatha menyebut kasus dugaan penganiayaan ini terjadi lantaran korban menemukan isi pesan singkat ayahnya dengan seorang wanita yang diduga pelakor. Ayah korban berusaha merebut ponsel tersebut hingga berujung pada dugaan penganiayaan dan perusakan ponsel yang merekam kejadian tersebut.



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar