Nasional

Dokter Muda di Sumatera Utara Meninggal Positif Corona, Total Sudah 9 Dokter

Ilustrasi (Istimewa)

RIAUMANDIRI.ID, MEDAN – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mencatat hingga Ahad (3/8/2020) ada sembilan dokter yang meninggal dunia akibat terpapar Virus Corona atau Covid-19. Teranyar, seorang dokter muda spesialis paru gugur setelah 14 hari dirawat.

Ketua IDI Wilayah Sumut Dokter Edy Ardiansyah mengatakan, meninggalnya dokter Andhika Kesuma Putra menambah jumlah dokter di Sumatera Utara yang gugur akibat terpapar Corona.

"Hingga saat ini sembilan dokter yang telah mendahului kita, enam dokter spesialis dan tiga dokter umum," kata Edy Ardiansyah, Minggu (2/8/2020).

Edy menjelaskan, dokter Andhika adalah anggota IDI Cabang Medan. Dia ditugaskan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut di Rumah Sakit GL Tobing. Selain itu, ia juga bertugas di Rumah Sakit Colombia Asia menangani pasien Corona.

Andhika sempat menjalani perawatan ditempatnya bertugas selama 14 hari. Setelah beberapa hari dirawat, pada Sabtu (1/8/2020) ia meninggal dunia.

"Benar apa adanya, bahwa kondisinya menurun setelah dirawat beberapa hari. Kekuatan tubuh yang tidak optimal hingga beliau meninggal dunia," ujarnya.

Menurut Edy, para dokter yang meninggal dunia akibat terpapar Corona setelah menangani pasien di sejumlah rumah sakit.

Dokter ke-9 yang gugur akibat ganasnya virus Corona adalah Adhika Kesuma Putra, dokter spesialis paru yang bertugas di Rumah Sakit Colombia Asia, Medan.

"Kalau berbicara berapa yang terpapar, kami baru dapat data beberapa. Namun secara otentik kami tidak bisa sebutkan, silakan tanya ke gugus tugas," ungkapnya.

"Kalau berbicara berapa yang terpapar, kami baru dapat data beberapa. Namun secara otentik kami tidak bisa sebutkan, silakan tanya ke gugus tugas," ungkapnya.

IDI Sumut mengimbau kepada tenaga medis maupun paramedis yang menangani pasien Corona agat dapat melindungi diri secara maksimal.

Pemerintah dan manajemen rumah sakit diminta untuk menjamin dan memperhatikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) para tenaga medis yang bertugas.

"Untuk para dokter yang menangani pasien Covid-19, harus memiliki kekuatan tubuh yang sehat. Melayani pasien Covid-19 bukan latihan, tapi pertandingan," ucapnya.

Edy membeberkan hingga saat ini masih banyak dokter, tenaga medis, paramedis yang masih dirawat maupun menjalani isolasi akibat terpapar Corona.

Mereka ada yang melakukan isolasi dan dirawat di rumah sakit dan ada pula yang melakukan isolasi mandiri.

Berdasarkan data yang dihimpun, sembilan dokter yang meninggal dunia akibat terpapar Corona, yakni lima dokter anggota IDI Cabang Medan, dan empat lainnya anggota IDI Cabang Kisaran, Cabang Padang Sidempuan, Cabang Labuhan Batu Utara, dan Cabang Langkat.


Tags Corona

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar